Dinamika
Kehidupan di PedesaanMengalami Perubahan Sosial
Perubahan sosial merupakan fenomena kehidupan yang dialami
oleh setiap masyarakat dimanapun dan kapanpun. Setiap masyarakat manusia selama
hidupya pasti mengalami perubahan-perubahan dalam berbagai aspek kehidupanya.
Yang terjadi ditengah-tengah pergaulan (interaksi) antara sesama individu warga
masyarakat, demikian pula antara masyarakat dengan lingkungan hidupnya. Apabila
Anda membandingkan kehidupan Anda sekarang ini dengan beberapa tahun atau
beberapa puluh tahun yang lalu, pastilah Anda merasakan adanya
perubahan-perubahan itu. Baik dalam tata cara pergaulan antara sesama anggota
masyarakat sehari-hari, dalam cara berpakaian, dalam kehidupan keluarga, dalam
kegiatan ekonomi atau mata pencaharian, dalam kehidupan beragama, dan
seterusnya. Semua yang Anda rasakan itu juga dirasakan oleh orang atau
masyarakat lain. Yang berbeda adalah kecepatan atau laju terjadinya perubahan
itu, demikian pula cakupan aspek kehidupan masyarakat perubahan yang dimaksud.
(Asnawi, Tahir,. Sulaiman Asang n.d.)
Dalam segi mata pencaharian
Contohnya : dalam segi perkembangan kehidupan masyarakat
tani di sekitar kita atau di masyarakat pedesaan, dari segi mata pencaharian,
dahulu masyarakat kita sangat kental sekali dengan kegiatan pertanian,
pada umumnya bertempat tinggal di daerah pedesaan. Para petani mengolah lahan
pertaniannya berupa sawah atau kebun dengan alat-alat yang masih sederhana
seperti cangkul, atau bajak yang ditarik oleh hewan untuk mengolah dan menggemburkan
tanah mereka, sehingga waktu yang diperlukan untuk kegiatan pertaniannya lebih
lama. Tetapi, coba kita melihat pada masa sekarang, para petani saja sudah
merubah alat untuk mengelola sawa dan kebun mereka dengan alat yang lebih
canggih, sehingga tidak memerlukan waktu yang lama. Alat-alat tersebut seperti
traktor, alat penyemprot hama, demikian dengan bibit unggul dan pupuk yang
sekarang sudah berbagai jenis pupuk. Perbedaan tersebut bisa dinamakan
perubahan sosial bukan? Yang awalnya masyarakat sederhana sekarang sudah
modern.
Kemudian, pada masa sekarang masyarakat tidak hanya
menggantungkan hidupya dari hasil pertanian saja, ada juga menggantungkan
ekonominya kedalam tempat wisata lokal yang berada di desa. Wisata tersebut
berkembang dan di buat oleh masyarakat sekitar untuk menarik wisatawan
berkunjung pada desa mereka. Dari tempat wisata tersebut masyarakat bisa
membuka usaha untuk mata pencaharian dan bisa menambah hasil ekonomi
sehari-hari.
Dari masyarakat yang mengembangkan wisata di desanya,
terjadi perubahan sikap terhadap masyarakat sekitar, karena para wisatawan yang
datang dari berbgai daerah mempunyai kebiasaan serta pergaulan yang
berbeda-beda. Hal ini menggambarkan perubahan sikap para masyarkat yang semula
positif menjadi negatif seperti yang terjadi Di Desa Cihideung yang desanya
menjadi tempat wisata daerah.
No comments:
Post a Comment